JERAPAN ISOTERMAL UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PUPUK FOSFAT PADA SAWAH BUKAAN BARU DI KABUPATEN BARITO KUALA
Abstract
Tanah sulfat masam termasuk tanah sub-optimal yang apabila dikelola dengan baik akan menjadi lahan pertanian yang produktif. Masalah yang sering timbul adalah reaksi tanah (pH) yang rendah atau sangat masam. Faktor penyebabnya adalah jauh dari sumber air sungai, dekomposisi bahan organik, dan oksidasi lapisan sulfida di lapisan tanah bawah. Kalaupun ditanami, maka sawah baru ini tidak akan menghasilkan apa-apa. Penelitian awal menunjukkan bahwa perlakuan amelioran (arangbio, kapur, dan kompos) tidak berpengaruh lama. Setelah tanaman padi tumbuh kenaikan pH air tidak terukur lagi. Pemupukan P yang dilakukan pada jenis tanah ini sangat tidak efektif karena kelarutan Al dan Fe yang tinggi. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian tentang sifat kimia yang menjadi penyebab kurangnya efektivitas pupuk P. Penelitian ini bertujuan untuk melihat karakteristik alami jerapan pada tanah sawah bukaan baru terhadap kelarutan unsur hara makro P dengan menggunakan tiga persamaan jerapan isotermal, yaitu Langmuir, Freundlich, dan Brunauer Emmett-Teller (BET) Dengan ketiga persamaan tersebut akan diketahui kekuatan jerapan dan efektivitas penambahan pupuk P dan dosis optimal untuk tanah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persamaan BET lebih cocok untuk tanah sulfat masam di wilayah penelitian dibandingkan dengan dua persamaan yang lain.
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.