TERMAL LINGKUNGAN DAN BANGUNAN DI LAHAN BASAH PADA WILAYAH PEGUNUNGAN MERATUS

Akbar Rahman, M. Tharziansyah Nursyarif Agusniansyah Ayu Hafitri Irfan Hafidz Assidiq, H. S. Mei Vita

Abstract


Termal lingkungan dan bangunan merupakan dua hal yang saling berhubungan. Termal lingkungan akan mempengaruhi bangunan demikan juga sebaliknya, penggunaan material pada bangunan mempengaruhi lingkungan secara mikro. Selain kekuatan bangunan dan estetika kenyamanan pada bangunan juga menjadi perhatian pada bangunan. Namun, kenyamanan sering menjadi perhatian terakhir sehingga penghuni sering merasa tidak nyaman. Untuk mencapai kenyamanan pada bangunan, maka diperlukan pengetahuan khusus terkait termal lingkungan dan bangunan. Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya, termal lahan basah di dataran rendah memiliki karakteristik khusus, yakni tingginya paparan radiasi matahari menyebabkan temperatur udara dan kelembaban berpluktuasi serta mempengaruhi pergerakan udara. Semetara hasil penelitian Kondisi lahan basah dengan vegetasi yang minim mempercepat peningkatan panas lingkungan dan mempengaruhi kondisi kenyamanan termal penghuni atau warga. Temperatur permukaan lahan basah di dataran tinggi meningkat dari hari ke hari ketika kelembaban juga menurun, karakter ini juga ditemukan di kondisi lahan basah dataran rendah. Peningkatan temperatur lahan basah di dataran tinggi relatif lebih rendah dibandingkan di dataran rendah lahan gambut, dengan kisaran perbedaan sekitar 0,3 OC.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.