APLIKASI MOL BONGGOL PISANG DAN PUPUK ORGANIK KOTORAN SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA (Lactuca sativa)

Erica Khairunnisa Audina, Riza Adrianoor Saputra, Akhmad Rizali

Abstract


Tanaman selada memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan. Penerapan sistem pertanian organik dapat meningkatkan kualitas selada yang dihasilkan. Penggunaan MOL bonggol pisang dan pupuk organik kotoran sapi diyakini dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman selada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi antara dosis MOL bonggol pisang dengan pupuk organik kotoran sapi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) 2 faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi larutan MOL bonggol pisang (M) yang terdiri atas empat taraf: mo = 0 mL/L (kontrol), m1 = 50 mL/L, m2 = 100 mL/L, m3 = 150 mL/L, dan faktor kedua adalah dosis pupuk organik kotoran sapi (P) yang terdiri atas empat taraf:, p0 = 0 ton/ha (kontrol), p1 = 5 ton/ha, p2 = 10 ton/ha, p3 = 15 ton/ha, sehingga diperoleh 16 kombinasi perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali, maka didapatkan sebanyak 48 satuan percobaan. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Februari-Mei 2019 bertempat di Rumah Kaca Jurusan Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh interaksi antara MOL bonggol pisang dengan pupuk organik kotoran sapi terhadap hasil tanaman selada. Perlakuan m3p2 (150 mL/L MOL bonggol pisang dan 10 ton/ha pupuk organik kotoran sapi) merupakan perlakuan terbaik dalam meningkatkan berat basah dan produksi tanaman. Perlakuan m1 (50 mL/L MOL bonggol pisang) terbaik dalam meningkatkan tinggi tanaman, m3 (150 mL/L MOL bonggol pisang) terbaik dalam meningkatkan berat basah dan produksi tanaman, dan p3 (15 ton/ha pupuk organik kotoran sapi) terbaik dalam meningkatkan jumlah daun

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.