PENGUATAN KAPASITAS KELOMPOK BINA TANI II MELALUI PENGEMASAN PRODUK UNTUK MEMBERIKAN NILAI TAMBAH DAN MENGURANGI POTENSI KERUSAKAN PRODUK BERAS LOKAL LAHAN PASANG SURUT KABUPATEN BARITO KUALA
Abstract
Kabupaten yang menjadi kuntributor utama di Kalimantan Selatan pada produksi padi adalah Kabupaten Barito Kuala. Produksi padi di Kabupaten Barito Kuala ini dihasilkan dari lahan rawa pasang surut. Desa Simpang Nungki merupakan sebuah desa yang terletak di Kecamatan Cerbon Kabupaten Barito Kuala Propinsi Kalimantan Selatan, yang hanya berjarak 10 menit dari ibu Kota Kabupaten Barito Kuala. Desa Simpang Nungki adalah salah satu desa yang memproduksi padi di Kecamatan Cerbon, berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik Kabupaten Barito Kuala, produksi padi Kecamatan Cerbon pada tahun 2022 sebanyak 15.477 ton dengan luasan panen mencapai 4.417 hektar. Berdasarkan data tersebut dapat dikatan bahwa potensi tanaman padi cukup besar di Kecamatan Cerbon. Tujuan dari kegiatan Program Kemitraan Masyarakat yang ingin dicapai adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota petani Kelompok Tani Bina Tani II dan masyarakat petani Desa Simpang Nungki Kecamatan Cerbon Kabupaten Barito Kuala dalam meningkatkan nilai tambah dan mengurangi potensi kerusakan beras lokal. Metode pendekatan yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian yakni Community Based Participatory Action Research (CBPAR). Dengan adanya kegiatan PKM ini diharapkan mitra memiliki pengetahuan dalam membuat rancangan /desain kemasan serta informasi yang disampaikan dalam kemasan sehingga produk yang dihasilkan bernilai guna dan bernilai estetik serta memberikan pelayanan yang baik, mampu mengurangi potensi kerusakan dan penurunan mutu/kualitas produk dengan menggunakan sealer, membuka peluang usaha produksi beras kemasan yang dapat dipasarkan baik secara offline dan online melalui media sosial, serta membuka peluang lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.