MBERDAYAAN KELOMPOK WANITA TANI KENANGA MELALUI PENGOLAHAN WADAI RANGAI UNTUK PENINGKATAN NILAI TAMBAH HASIL PRODUKSI PANGAN LOKAL DI KABUPATEN BARITO KUALA

Mira Yulianti Nurmelati septiana, Hartoni

Abstract


Kecamatan cerbon sebagai bagian dari wilayah administrasi Kabupaten Barito Kuala memiliki luas panen padi sebesar 4.417 ha, dengan produksi sebanyak 15.477 ton. Rata-rata produksi padi di Kecamatan Cerbon berkisar antara 35,04 kuintal. Selain komoditas padi, Kecamatan Cerbon juga memiliki potensi produksi tanaman kelapa. Berdasarkan data BPS Barito Kuala (2023), luas areal tanam kelapa di Kecamatan Cerbon yakni sebesar 55 ha. Produksi kelapa di Kecamatan Cerbon sebagian besar dimanfaatkan untuk kebutuhan dalam wilayah saja. Berdasarkan pada potensi yang dimiliki Kecamatan Cerbon tersebut maka tim pengabdian merasa perlu untuk memberikan kegiatan pemberdayaan melalui Kelompok Wanita Tani Kenanga dalam diversifikasi olahan makanan camilan tradisional banjar untuk peningkatan nilai tambah hasil produksi pangan lokal di Kecamatan Cerbon Kabupaten Barito Kuala dalam bentuk wadai rangai. Kue ini berbahan baku utama tepung beras dan ampas kelapa parut. Tepung beras yang dipakai dapat digunakan dari produk beras yang hasil pabrikannya banyak patahan, sehingga jika di jual tidak terlalu tinggi. Beras patahan ini yang akan dimanfaatkan untuk dijadikan tepung beras sebagai bahan baku pembuatan wadai rangai. Metode pendekatan yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian Community Based Participatory Action Research (CBPAR). Hasil pengabdian menunjukkan bahwa (1) meningkatnya pendapatan mitra karena beras lokal dapat memiliki peningkatan nilai ekonomi, (2) Jika skala usaha mitra berkembang, diharapkan dapat menyerap tenaga kerja dan mengurangi pengangguran, serta (3) Menumbuhkan jiwa kewirausahaan yang merangsang munculnya ide-ide wirausaha lain, sehingga diharapkan usahanya makin berkembang dan terjadi diversifikasi usaha.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.