Pengembangan Teknologi Pemanfaatan Limbah Pertanian sebagai Kompos di Desa Bangkal, Kalimantan Selatan
Abstract
Desa Bangkal di Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, merupakan wilayah dengan potensi pertanian komoditas padi dan hortikultura yang diusahakan. Kegiatan pertanian menghasilkan limbah berupa jerami, sekam, dan sisa panen hortikultura dalam jumlah melimpah. Limbah tersebut tidak dimanfaatkan secara optimal padahal mengandung unsur hara seperti nitrogen, fosfor, dan kalium. Pemanfaatan limbah pertanian sebagai kompos menjadi alternatif solusi berkelanjutan untuk mengurangi akumulasi limbah sekaligus menyediakan sumber pupuk organik yang ramah lingkungan. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan pelatihan dan pendampingan kepada petani mengenai teknik pembuatan kompos yang sederhana, murah, dan sesuai dengan ketersediaan bahan lokal. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam memanfaatkan limbah pertanian menjadi kompos bernilai tambah melalui teknologi bioaktivator Trichoderma sp. Petani menunjukkan antusiasme tinggi dan berpotensi menerapkan teknologi ini secara mandiri, sehingga dapat mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia dan meningkatkan keberlanjutan pertanian lokal. Kegiatan ini juga berdampak positif terhadap lingkungan, karena mampu mengurangi limbah pertanian yang sebelumnya terbuang dan meningkatkan kesuburan tanah secara alami. Diharapkan kegiatan ini mampu mendorong kemandirian petani dalam produksi kompos, menekan biaya input pertanian, meningkatkan produktivitas, serta menjaga kesehatan tanah secara berkelanjutan.
Full Text:
PDFReferences
Aziez, A., Budiyono, A., Sari, S., & Ameylia, A. (2025). Pengaruh macam bakteri dekomposer pada media pengomposan yang berbeda dengan pembanding bakteri subtilis terhadap hasil kompos. Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia, 10(1), 69–76.
Darmaraja, A., Casini, Jalilah, D., & Aropah, S. (2024). Peningkatan Kesadaran dan Keterampilan Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah Organik Melalui Pelatihan Pembuatan Pupuk Kompos di Desa Sindanglaya. Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(1), 121–129.
Gulo, A., Lawolo, A., Zebua, O., Laoli, D., & Lase, N. (2024). Inovasi pupuk organik untuk pertanian ramah lingkungan. PENARIK: Jurnal Ilmu Pertanian Dan Perikanan, 01(02), 68–73.
Guzmán-guzmán, P., Etesami, H., & Santoyo, G. (2025). Trichoderma : a multifunctional agent in plant health and microbiome interactions. BMC Microbiology, 25(434), 1–17.
Murdiono, A., Al-Qomaru, N., & Rosyadi, F. (2021). PERTANIAN DAN PETERNAKAN MENGGUNAKAN METODE. Jurnal Graha Pengabdian, 3(4), 306–315.
Nurman, S., Ermaya, D., Hidayat, F., & Sunartaty, R. (2019). Pemanfaatan limbah pertanian dan peternakan sebagai pupuk kompos. Jurnal Pengabdian Dan Pemberdayaan Masyarakat, 3(1), 1–4.
Nurmi, & Azis, A. (2023). Pemanfaatan pupuk organik untuk meningkatkan kesuburan tanah pada pertanaman kacang tanah. Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Pertanian, 2(2), 166–171.
Pahlepi, R., Dewi, A., Gaol, R., Kuswarak, Ahiruddin, Muzahit, Z., Shalia, L., Enjelina, T., & Awalani, I. (2023). Upaya mengurangi penggunaan pupuk kimia melalui penyuluhan pentingnya penggunaan pupuk organik bagi kelompok wanita tani (KWT) Mekar Jaya, Tanggamus. Jurnal Abdi Masyarakat Saburai (JAMS), 4(2), 163–171.
Wawan, M. (2023). Koordinasi antar lembaga desa dalam pembangunan Desa Rato Kecamatan Lambu Kabupaten Bima. Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains Dan Teknologi, 2(2), 174–182.
Widyawati, O., & Suparwata, D. (2024). Pengolahan pupuk organik kompos dari limbah pertanian untuk mendukung pertanian berkelanjutan pada kelompok tani di Desa Rurukan (Tomohon) Sulawesi Utara. Jurnal Penagbdian Masyarakat (PENGAMAS), 01(1), 8–20.
Refbacks
- There are currently no refbacks.