KARAKTERISASI MINYAK ATSIRI DARI BAHAN CAMPURAN DAUN DAN RANTING LIMAU KUIT: Jeruk khas Kalimantan Selatan


Abstract


Telah dilakukan penelitian untuk memperoleh minyak atsiri dari bahan campuran daun dan ranting limau kuit dengan metode distilasi uap-air. Bahan sampel dipilih berupa bagian ujung ranting dan daun muda yang dikumpulkan dari Astambul, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan. Setiap sampel uji disiapkan sebanyak 1.500 g dan dilakukan tiga kali ulangan. Distilasi dilaksanakan selama 6 jam pada rentang suhu kontrol uap outlet ketel 60-70oC. Minyak atsiri murni yang dihasilkan kemudian ditetapkan rendemennya dan diuji untuk mengetahui berat jenis, indeks bias, kelarutan dalam alkohol, dan sudut putaran optiknya. Komposisi senyawa yang terdapat dalam minyak atsiri dianalisis dengan GCMS. Dari distilasi dihasilkan minyak atsiri bening berwarna kuning sangat muda/keemasan, berbau khas limau kuit campur dengan aroma kayu (woody) dengan intensitas tajam, rendemen rerata sebesar 0,65%-(v/b) atau 0,55%-(b/b); berat jenis rerata sebesar 0,8501; indeks bias rerata sebesar 1,4829, sudut putaran optik (+)0,16-(+)1,34; kelarutan dalam alkohol 70% > 1:90 dan dalam alkohol 90% rerata sebesar 1:7. Senyawaan yang terkandung dalam minyak atsiri daun-ranting limau kuit meliputi kelompok hidrokarbon monoterpena, monoterpena teroksigenasi, hidrokarbon seskuiterpena, dan seskuiterpena teroksigenasi serta dalam jumlah yang kecil senyawaan diterpena teroksigenasi. Sepuluh komponen dominan di dalamnya berturut-turut adalah g-terpinena (25,19%), o-simena (12,63%), terpinolena (5,67%), siklofencena (5,06%), b-kopaen-4a-ol (4,58%), kariofilena (4,45%), (+)- bisiklogerkrena (4,20%), D-limonena (4,05%), sabinena (3,77%), dan 3-karena (3,44%). g-terpinena menjadi komponen yang paling tinggi konsentrasinya serupa dengan hasil yang diperoleh dari sampel daun secara acak tanpa ranting.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.