KEPEMIMPINAN CAMAT DALAM UPAYA MEMBANGUN KEMANDIRIAN DESA DI KECAMATAN KURAU KABUPATEN TANAH LAUT

Saifudin Gazali Rahman, Istikhariyati Karima Gazali

Abstract


Latar belakang penelitian ini adalah bahwa kepemimpinan sebagai gejala sosial merupakan proses yang di dalamnya melibatkan beberapa elemen penting, yaitu pemimpin, pengikut (bawahan) dan situasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis kepemimpinan camat, faktor- faktor yang mempengaruhinya dan model kepemimpinan camat yang paling sesuai dengan situasi dan kondisi struktur sosial masyarakat dalam upaya membangun kemandirian desa di bidang ekonomi, sosial dan kebudayaan di Kecamatan Kurau Kabupaten Tanah Laut. Metode penelitian yang dipakai adalah metode kualitatif dengan pendekatan partisipatoris, desain naratif, dan teknik pengumpulan data melalui : (1) studi dokumentasi untuk menggali data sekunder; (2) observasi; dan wawancara terbuka secara mendalam dengan informan kunci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk mencapai kepemimpinan pemerintah kecamatan yang efektif dalam menggerakkan dan meningkatkan partisipasi warga desa dalam pembangunan, paling sedikit ada tiga aspek pokok yang penting diperhatikan. Pertama, intensitas dan kualitas aspek fungsional kepemimpinan camat. Kedua, perilaku dan gaya kepemimpinan yang digunakan dalam menjalankan aktivitas dan peranan kepemimpinan camat. Ketiga, agar dalam menjalankan aktivitas fungsi dan peranan kepemimpinan maupun gaya kepemimpinan efektif untuk mempengaruhi atau meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan desa, maka perlu diperhatikan aspek nilai-nilai sosial dan budaya. Temuan lain dari penelitian ini adalah bahwa gaya kepemimpinan Camat Kurau bersifat situasional dan demokratis. Hal ini dipengaruhi oleh tingkat pendidikan masyarakat yang masih belum memadai dan struktur masyarakat di Kecamatan Kurau yang bersifat majemuk, karena umumnya warga masyarakatnya berasal dari hulu sungai (banua anam), seperti Kab. HSS, HST, HSU, Tapin dan daerah lainnya. Sehingga model kepemimpinan Camat Kurau lebih mengarah kepada model situasional yang demokratis dengan gaya kebapakan. Hal ini tercermin dari sikap dan perilaku Camat Kurau yang selalu hadir di tengah-tengah warganya, selalu bersikap sebagai inisiator dan kurang menyukai suasana formal dan protokoler. Hal ini menimbulkan sikap dan pola kekerabatan yang akrab antara camat dengan bawahannya, antara camat dengan para kepala desa, antara camat dengan warga masyarakat di Kecamatan Kurau. Dalam upaya mewujudkan kemandirian desa di bidang ekonomi, sosial dan kebudayaan masih dalam proses dan sudah mulai terlihat hasilnya, meskipun terwujudnya kemandirian desa tersebut masih belum optimal.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.