SELF EFFICACY PENDERITA DIABETES MELLITUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANJARBARU SELATAN
Abstract
Keberhasilan pencegahan kejadian diabetes mellitus dipengaruhi beberapa faktor di antaranya informasi, peran keluarga, pola makan, pola aktivitas, status gizi, hingga self efficacy. Berdasarkan penelitian bahwa Self efficacy yang tinggi dapat menurunkan angka rawat ulang dari penderitadiabetes. Self efficacy memiliki peran penting terhadap manajemen diabetes mellitus yang mempunyai tujuan agar penderita diabetes mellitus dapat melakukan perawatan diri sesuai dengan yang dianjurkan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi Self Eficacy Penderita Diabetes Mellitus. Responden penelitian ini adalah seluruh penderita diabetes mellitus sebanyak 40 orang. Hasil Self efficacy penderita diabetes mellitus didapatkan rata-rata perilaku Self efficacy penderita diabetes di wilayah kerja Puskesmas Banjarbaru Selatan dari 40 orang responden adalah 37,50 dengan nilai total skor terendah adalah 18 dan skor tertinggi adalah 45. Kemampuan Self efficacy sudah optimal rata-rata 56%, karena yang tidak mampu rata-rata hanya 9% dan sisanya kurang mampu rataratasebesar 36%. Sedangkan membentuk Self efficacy menjadi perilaku yang akhirnya jadi budaya memerlukan pembiasaan yang berulang-ulang/rutinitas bahkan menjadi kebutuhan sekunder diutamakan. Dan salah satu cara untuk menjadikan budaya dan perilaku seseorang yang menderita diabetes mellitus lebih menekankan hal-hal yang kurang mampu dan tidak mampu melalui metodesesuai kebiasaan serta kemampuan daya serapnya, sehingga individu tersebut akan term otivasi dan semangat dalam melaksanakan perawatan dirinya.
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.