ANALISIS WASH (WATER, SANITATION AND HYGIENE) TERHADAP BALITA STUNTING
Abstract
Permasalahan tumbuh kembang anak, khususnya di Indonesia dan negara berkembang lainnya, sebagian besar disebabkan oleh dua faktor: gizi buruk dan prevalensi penyakit menular,tetapi juga oleh wash. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1000 hari pertama kehidupan (HPK). Angka stunting di Kabupaten Banjar masih tinggi yang menunjukkan masih rendahnya kualitas pelayanan kesehatan dan pelayanan antara lainnya seperti sanitasi dan air bersih. Menurut statistik global dari UNICEF pada tahun 2020, diperkirakan 21,9% atau 149 juta anak di bawah usia 5 tahun menderita stunting di seluruh dunia. Prevalensi stunting di Kabupaten Banjar mengalami fluktuasi menurut SSGI tahun 2021 (40,2%), tahun 2022 (26,4%), tahun 2023 (30,6 %). Angka ini dalam 3 tahun terakhir masih jauh dari target Nasional, yaitu 14 persen pada tahun 2024. Penanggulangan stunting bisa dimulai dari WASH (Water, Sanitation and Hygiene) karena semua kegiatan bersentuhan dengan WASH yang mencakup konsep air, sanitasi, dan kebersihan. Kondisi WASH yang buruk dapat berdampak signifikan terhadap kualitas gizi anak di bawah usia lima tahun, sehingga menyebabkan stunting. Temuan penelitian yang diselesaikan oleh Fenn (2020) menunjukkan bahwa penerapan intervensi yang berfokus pada air, sanitasi, dan kebersihan (WASH) di Ethiopia dapat menurunkan angka stunting sebesar 12%. Desa Kaliukan belum memiliki sanitasi yang layak dan memiliki 242 sanitasi sharing dan perlu dilakukan perbaikan
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.