PENATAAN KAWASAN KAMPUNG KETUPAT SUNGAI BARU SEBAGAI RUANG TERBUKA PUBLIK TEPIAN SUNGAI DI BANJARMASIN
Abstract
Kawasan batas air merupakan elemen pembentuk karakter spasial wajah kota, area krusial bagi infrastruktur kota (fisik) yang juga berfungsi sebagai ruang interaksi masyarakat (sosial budaya). Namun kawasan ini banyak mengalami penurunan kualitas lingkungan. Sejak tahun 2006, Pemerintah Kota Banjarmasin berusaha mengembalikan citra kota sungai melalui program normalisasi/ revitalisasi dan penataan bantaran sungai menjadi ruang terbuka publik sepanjang 5 km; dimulai dari proyek Siring Tendean (2009), Taman Bekantan (2015), hingga Siring Kampung Ketupat Sungai Baru (2022). Beberapa studi sebelumnya menunjukan keberhasilan transformasi kawasan Siring Tendean sebagai ruang publik kota, namun strategi yang ada tidak diikuti oleh kawasan siring Kampung Ketupat yang cendrung sepi dari pengunjung dan aktivitas. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi strategi penataan kawasan dan kualitas ruang terbuka yang dibangun pada kawasan Kampung Ketupat melalui pendekatan kualitatif terhadap aspek fisik dan non-fisik (sosial dan manajemen) berdasarkan pada prinsip-prinsip perancangan kawasan tepian air (waterfront development). Penerapan strategi privatisasi ruang publik kota (sempadan sungai) menjadi destinasi wisata berbayar memilik implikasi terhadap penurunan kualitas fisik dan non-fisik ruang terbuka tepian air yang dihasilkan. Dari aspek fisik kawasan Siring Ketupat memiliki akses darat dan sungai yang cukup baik, namun adanya dinding dan pagar pembatas menghalangi konektivitas kawasan sehingga belum mendukung terciptanya ruang publik yang aktif. Dari Aspek Sosial, kawasan siring Kampung Ketupat tetap berfungsi sebagai ‘local community space’ dibandingkan sebagai ruang publik kota dikarenakan sedikitnya pengunjung dari luar. Beberapa program kegiatan yang diadakan masih berorientasi ke dalam (area wisata), dan tidak menjadikan waterfront/ sungai sebagai fokus (daya tarik kurang). Aspek Manajemen menunjukan belum adanya keterlibatan warga sekitar (secara formal), murni dikelola oleh pihak swasta, dan tidak ada integrasi dengan wisata susur sungai skala kota maupun dengan pengelolaan Kawasan Siring Tendean.
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.