DETEKSI MIKROPLASTIK PADA SARANG LEBAH KELULUT (Heterotrigona Itama) MENGGUNAKAN INTEGRASI KONSEP EKOTOKSIKOLOGI DAN ETNOBIOLOGI

Anang Kadarsah, Heri Budi Santoso, Sasi Gendro Sari

Abstract


Kontaminasi mikroplastik pada produk lebah tanpa sengat atau kelulut menjadi ancaman serius bagi keamanan pangan dan keberlanjutan ekosistem. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kontaminasi mikroplastik pada sarang lebah kelulut (Heterotrigona itama) dengan pendekatan integrasi ekotoksikologi dan etnobiologi di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Tiga lokasi penelitiqn terpilih yakni : 1) Cempaka Madu Kelulut di wilayah pemukiman baru, 2) Kelulut Kalimantan di wilayah kampung tradisional Cempaka. dan Kelulut Asy Syifa di Kampung Transmigran Desa Beruntung Jaya. Sampel madu, polen, dan propolis dianalisis menggunakan mikroskop stereo dengan perbesaran 4 – 100 kali untuk identifikasi dan kuantifikasi mikroplastik. Data etnobiologi dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur menggunakan skala Likert untuk mengukur tingkat pengetahuan dan praktik peternak. Hasil menunjukkan kontaminasi mikroplastik tertinggi pada Kampung Transmigran (108 partikel/100ml), diikuti Pemukiman Baru (55 partikel/100ml) dan Kampung Tradisional (51 partikel/100ml). Propolis memiliki kontaminasi tertinggi (rata-rata 39,3 partikel/100ml) dibandingkan madu (21,7 partikel/100ml) dan polen (10,3 partikel/100ml). Bentuk fiber mendominasi kontaminasi (33,3-66,7%) dengan ukuran partikel 254,7-408 μm. Analisis etnobiologi mengungkap paradoks dimana pengetahuan tradisional tinggi (skor 4,6) tidak berkorelasi dengan rendahnya kontaminasi, menunjukkan mikroplastik sebagai fenomena baru dalam sistem pengetahuan lokal. Penelitian ini merekomendasikan integrasi pengetahuan tradisional dengan teknologi modern untuk mengembangkan strategi mitigasi kontaminasi yang berkelanjutan.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.