ISYARAT SOSIO-POLITIK DAN REAKSI INVESTOR DI PASAR MODAL: DAMPAK PENGUMUMAN KEANGGOTAAN INDONESIA DALAM BRICS
Abstract
Pengumuman resmi keanggotaan penuh Indonesia dalam BRICS pada 6 Januari 2025 merupakan
peristiwa geopolitik penting yang berpotensi memengaruhi persepsi risiko, ekspektasi investor, dan
dinamika pasar modal domestik. Meskipun literatur mengenai BRICS cukup luas, sebagian besar
penelitian masih berfokus pada negara-negara pendiri seperti Tiongkok, Rusia, India, Brasil, dan
Afrika Selatan. Urgensi: Kajian yang secara khusus meneliti dampak keanggotaan BRICS terhadap
negara anggota baru, seperti Indonesia, terutama dari perspektif reaksi pasar saham sektor perbankan,
masih sangat terbatas. Padahal, sektor perbankan sangat sensitif terhadap perubahan sentimen global,
risiko sistemik, dan kebijakan ekonomi internasional.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis
apakah terdapat perbedaan signifikan dalam harga saham dan volume perdagangan saham pada
emiten perbankan di BEI antara periode 7 hari sebelum dan 7 hari sesudah pengumuman Keanggotaan
Penuh Indonesia pada BRICS. Metode yang digunakan adalah pendekatan event study dengan jendela
peristiwa selama 14 hari (t-7 hingga t+7), dengan pengecualian hari pengumuman (t=0). Return harian
dan perubahan volume saham dianalisis menggunakan paired t-test untuk data normal, serta Wilcoxon
Signed-Rank Test untuk data yang tidak berdistribusi normal. Hasil akhir adalah Bahwa tidak terdapat
perbedaan atau tidak berpengaruh pada harga saham dan volume perdangangan saham perbankan
sistemik di Indonesia baik sebelum dan sesudah Indonesia Resmi Diumumkan sebagai anggota BRICS
peristiwa geopolitik penting yang berpotensi memengaruhi persepsi risiko, ekspektasi investor, dan
dinamika pasar modal domestik. Meskipun literatur mengenai BRICS cukup luas, sebagian besar
penelitian masih berfokus pada negara-negara pendiri seperti Tiongkok, Rusia, India, Brasil, dan
Afrika Selatan. Urgensi: Kajian yang secara khusus meneliti dampak keanggotaan BRICS terhadap
negara anggota baru, seperti Indonesia, terutama dari perspektif reaksi pasar saham sektor perbankan,
masih sangat terbatas. Padahal, sektor perbankan sangat sensitif terhadap perubahan sentimen global,
risiko sistemik, dan kebijakan ekonomi internasional.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis
apakah terdapat perbedaan signifikan dalam harga saham dan volume perdagangan saham pada
emiten perbankan di BEI antara periode 7 hari sebelum dan 7 hari sesudah pengumuman Keanggotaan
Penuh Indonesia pada BRICS. Metode yang digunakan adalah pendekatan event study dengan jendela
peristiwa selama 14 hari (t-7 hingga t+7), dengan pengecualian hari pengumuman (t=0). Return harian
dan perubahan volume saham dianalisis menggunakan paired t-test untuk data normal, serta Wilcoxon
Signed-Rank Test untuk data yang tidak berdistribusi normal. Hasil akhir adalah Bahwa tidak terdapat
perbedaan atau tidak berpengaruh pada harga saham dan volume perdangangan saham perbankan
sistemik di Indonesia baik sebelum dan sesudah Indonesia Resmi Diumumkan sebagai anggota BRICS
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.