ANALISI KONTEN PERTANIAN DI MEDIA SOSIAL (YOUTUBE) DALAM MENGUBAH PERSEPSI GENERASI MUDA TERHADAP PERTANIAN PERKOTAAN (URBAN FARMING)

Hairi Firmansyah, Petrus Suse Kobesi, Mariani, Windi Bunga Devita, Nurmelati Septiana

Abstract


Dewasa ini tayangan medis sosial sangat mempengaruhi pengetahuan, sikap dan prilaku dari generasi muda sehing perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk menganalisis jenis dan karakteristik konten pertanian perkotaan yang ditonton masyarakat melalui media sosial YouTube serta menilai efektivitasnya dalam meningkatkan minat generasi muda terhadap urban farming. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif melalui pengumpulan data primer dengan kuesioner. Responden diminta mengidentifikasi jenis konten yang pernah ditonton serta memberikan penilaian terhadap dimensi kognitif, afektif, dan behavioral intention setelah menyaksikan konten urban farming. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tutorial praktik bertani (hidroponik, aquaponik, dan sejenisnya) merupakan konten yang paling diminati 49 % , diikuti oleh konten edukasi berbasis animasi/infografis 31 %. Sementara itu, vlog/dokumenter petani kota diminati 17 %, sedangkan ulasan alat bantu pertanian urban dan diskusi kebijakan/wawancara ahli relatif rendah. Analisis efektivitas konten memperlihatkan bahwa dimensi kognitif memperoleh skor rata-rata tertinggi (3,44), menunjukkan peningkatan pemahaman konsep dan teknik urban farming. Dimensi behavioral intention (3,34) menempati posisi kedua, dengan indikator niat menanam sayuran di rumah sebagai skor tertinggi (3,85). Dimensi afektif memperoleh skor rata-rata 3,24, menandakan bahwa aspek emosional dan motivasi generasi muda masih perlu diperkuat. Hasil penelitian menegaskan bahwa YouTube berperan strategis sebagai media pembelajaran nonformal yang dapat mendorong partisipasi generasi muda dalam pertanian perkotaan.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.