IMPLEMENTASI DAN PENGAWASAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN KONSTRUKSI (SMKK) PADA PROYEK PEMBANGUNAN TUGU BANJARMASIN: STUDI KASUS KOMITMEN PIMPINAN DAN PARTISIPASI PEKERJA DALAM PROYEK KONSTRUKSI RISIKO BESAR
Abstract
Penelitian ini mengkaji penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) dalam
proyek pembangunan gedung bertingkat di Banjarmasin dengan studi kasus pada proyek
pembangunan Tugu. Fokus utama penelitian adalah evaluasi komitmen pimpinan dan partisipasi
pekerja terhadap keselamatan konstruksi, perencanaan dan pelaksanaan program K3 (Keselamatan
dan Kesehatan Kerja), serta pengawasan oleh tim QHSE dan konsultan manajemen konstruksi.
Penelitian ini mengungkap bahwa pimpinan proyek berhasil menetapkan dan memelihara kebijakan
keselamatan konstruksi yang komprehensif, mencakup penyediaan kondisi kerja aman, pencegahan
kecelakaan, serta pengendalian risiko melalui Standar Operasional Prosedur (SOP), Job Safety
Analysis (JSA), dan penggunaan alat pelindung diri (APD) serta alat pelindung kerja (APK).
Sosialisasi dan pelaksanaan kegiatan seperti Safety Induction, Safety Morning Talk, dan Toolbox
Meeting rutin dilakukan untuk meningkatkan kesadaran dan budaya keselamatan kerja. Pengawasan
pelaksanaan SMKK melibatkan inspeksi harian alat kerja, lokasi, dan perizinan, serta evaluasi
kesehatan pekerja melalui medical check-up. Hasil penelitian menunjukkan penerapan SMKK
berjalan efektif dengan minimnya kecelakaan kerja dan tercapainya sasaran keselamatan konstruksi
yang sesuai dengan Peraturan Menteri PUPR No. 10 Tahun 2021. Rekomendasi untuk peningkatan
keselamatan konstruksi antara lain ialah pemeliharaan dokumentasi, peningkatan inspeksi dan
pengawasan, serta pemberian sanksi dan penghargaan terkait kepatuhan K3. Studi ini menegaskan
pentingnya integrasi penerapan dan pengawasan SMKK dalam memastikan keselamatan, kesehatan,
dan kelancaran proyek konstruksi.
proyek pembangunan gedung bertingkat di Banjarmasin dengan studi kasus pada proyek
pembangunan Tugu. Fokus utama penelitian adalah evaluasi komitmen pimpinan dan partisipasi
pekerja terhadap keselamatan konstruksi, perencanaan dan pelaksanaan program K3 (Keselamatan
dan Kesehatan Kerja), serta pengawasan oleh tim QHSE dan konsultan manajemen konstruksi.
Penelitian ini mengungkap bahwa pimpinan proyek berhasil menetapkan dan memelihara kebijakan
keselamatan konstruksi yang komprehensif, mencakup penyediaan kondisi kerja aman, pencegahan
kecelakaan, serta pengendalian risiko melalui Standar Operasional Prosedur (SOP), Job Safety
Analysis (JSA), dan penggunaan alat pelindung diri (APD) serta alat pelindung kerja (APK).
Sosialisasi dan pelaksanaan kegiatan seperti Safety Induction, Safety Morning Talk, dan Toolbox
Meeting rutin dilakukan untuk meningkatkan kesadaran dan budaya keselamatan kerja. Pengawasan
pelaksanaan SMKK melibatkan inspeksi harian alat kerja, lokasi, dan perizinan, serta evaluasi
kesehatan pekerja melalui medical check-up. Hasil penelitian menunjukkan penerapan SMKK
berjalan efektif dengan minimnya kecelakaan kerja dan tercapainya sasaran keselamatan konstruksi
yang sesuai dengan Peraturan Menteri PUPR No. 10 Tahun 2021. Rekomendasi untuk peningkatan
keselamatan konstruksi antara lain ialah pemeliharaan dokumentasi, peningkatan inspeksi dan
pengawasan, serta pemberian sanksi dan penghargaan terkait kepatuhan K3. Studi ini menegaskan
pentingnya integrasi penerapan dan pengawasan SMKK dalam memastikan keselamatan, kesehatan,
dan kelancaran proyek konstruksi.
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.