ANALISIS NERACA AIR UNTUK LAHAN PERTANIAN DI KABUPATEN BALANGAN

Eddy Nashrullah, Ulfa Fitriati Rusliansyah, Elma Sofia dan Endah Widiastuti

Abstract


Kawasan agropolitan merupakan konsep pengembangan wilayah yang berfokus pada integrasi sektor
pertanian dengan pengembangan ekonomi lokal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat
pedesaan. Dalam konteks perkembangan yang pesat dan kebutuhan akan keseimbangan antara
pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan, kawasan agropolitan diharapkan dapat berfungsi
sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di daerah pedesaan, mendorong produktivitas pertanian,
menciptakan lapangan kerja, dan memperbaiki infrastruktur. Oleh karena itu perlu di analisa kondisi
eksisting neraca air yaitu ketersediaan air dan kebutuhan air untuk pertanian padi.
Berdasarkan data Pos Curah Hujan Dahai di Balangan tahun 2023, iklim di Kabupaten Balangan
termasuk tipe monsunal 2 yaitu ada satu periode Musim Hujan (MH) (Oktober-Juli) dan satu periode
Musim Kemarau (MK). Hujan dasarian September ke-2 adalah 83 mm dan September ke-3 adalah 31,5
mm, sehingga awal waktu tanam dimulai pada pertengahan ke-2 bulan September. Berdasarkan neraca
air global, kekurangan air hanya terjadi di bulan Agustus, September, dan Oktober. Sehingga masih
memungkinkan untuk dilakukan penanaman 2 kali musim tanam dengan sistem tadah hujan selama 9
bulan


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.