INOVASI PEMANFAATAN ECENG GONDOK (Eichornia crassipes) FERMENTASI DENGAN EM4 SEBAGAI PAKAN BERKELANJUTAN UNTUK ITIK ALABIO (Anas platyrhynchos Borneo)
Abstract
Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) merupakan tanaman air yang melimpah di Kalimantan Selatan
dan berpotensi sebagai pakan alternatif, namun kandungan serat kasarnya yang tinggi membatasi
pemanfaatannya. Fermentasi dengan Effective Microorganisms-4 (EM4) dapat menurunkan serat kasar
dan meningkatkan kecernaan, sehingga lebih sesuai digunakan dalam ransum unggas. Penelitian ini
bertujuan mengevaluasi pengaruh penambahan Eceng Gondok fermentasi dalam pakan terhadap
performa Itik Alabio jantan. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan tiga perlakuan,
yaitu P0 (0% Eceng Gondok, kontrol), P1 (20% Eceng Gondok fermentasi), dan P2 (30% Eceng Gondok
fermentasi), masing-masing enam ulangan. Variabel yang diamati meliputi pertambahan bobot badan
harian (PBBH), konsumsi pakan (feed intake), dan konversi pakan (feed conversion ratio/FCR). Hasil
penelitian menunjukkan bahwa P0 memberikan PBBH tertinggi pada minggu ke-4 hingga ke-6 (792,92
g; 1037,50 g; dan 1242,50 g) dibandingkan P1 dan P2. Konsumsi pakan meningkat seiring tingginya
level Eceng Gondok, dengan P2 mencapai 4333,22 g dan P0 terendah 3624,67 g. Nilai FCR terbaik
terdapat pada P0 (3,72), sedangkan P1 dan P2 lebih tinggi masing-masing 5,24 dan 5,71. Hal ini
menandakan peningkatan konsumsi pakan tidak diikuti efisiensi yang lebih baik. Penambahan Eceng
Gondok fermentasi pada level 20–30% meningkatkan konsumsi pakan, namun tidak sebanding dengan
pertambahan bobot badan yang dihasilkan, sehingga nilai FCR meningkat dan efisiensi pemanfaatan
pakan menurun. Perlakuan kontrol tetap memberikan performa terbaik, sehingga penggunaan Eceng
Gondok sebaiknya dibatasi pada level optimal agar produktivitas dan efisiensi tetap seimbang.
dan berpotensi sebagai pakan alternatif, namun kandungan serat kasarnya yang tinggi membatasi
pemanfaatannya. Fermentasi dengan Effective Microorganisms-4 (EM4) dapat menurunkan serat kasar
dan meningkatkan kecernaan, sehingga lebih sesuai digunakan dalam ransum unggas. Penelitian ini
bertujuan mengevaluasi pengaruh penambahan Eceng Gondok fermentasi dalam pakan terhadap
performa Itik Alabio jantan. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan tiga perlakuan,
yaitu P0 (0% Eceng Gondok, kontrol), P1 (20% Eceng Gondok fermentasi), dan P2 (30% Eceng Gondok
fermentasi), masing-masing enam ulangan. Variabel yang diamati meliputi pertambahan bobot badan
harian (PBBH), konsumsi pakan (feed intake), dan konversi pakan (feed conversion ratio/FCR). Hasil
penelitian menunjukkan bahwa P0 memberikan PBBH tertinggi pada minggu ke-4 hingga ke-6 (792,92
g; 1037,50 g; dan 1242,50 g) dibandingkan P1 dan P2. Konsumsi pakan meningkat seiring tingginya
level Eceng Gondok, dengan P2 mencapai 4333,22 g dan P0 terendah 3624,67 g. Nilai FCR terbaik
terdapat pada P0 (3,72), sedangkan P1 dan P2 lebih tinggi masing-masing 5,24 dan 5,71. Hal ini
menandakan peningkatan konsumsi pakan tidak diikuti efisiensi yang lebih baik. Penambahan Eceng
Gondok fermentasi pada level 20–30% meningkatkan konsumsi pakan, namun tidak sebanding dengan
pertambahan bobot badan yang dihasilkan, sehingga nilai FCR meningkat dan efisiensi pemanfaatan
pakan menurun. Perlakuan kontrol tetap memberikan performa terbaik, sehingga penggunaan Eceng
Gondok sebaiknya dibatasi pada level optimal agar produktivitas dan efisiensi tetap seimbang.
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.