KARAKTER FISIOLOGI BUNGA MELATI BANJAR BATUAH DI DESA JINGAH HABANG ILIR KECAMATAN KARANG INTAN KABUPATEN BANJAR

Karina Natalia Hilda Susanti

Abstract


Bunga melati (Jasminum sambac L.) merupakan puspa bangsa yang menjadi simbol pesona bunga
Indonesia. Kabupaten banjar merupakan daerah produsen utama bunga melati di Kalimantan Selatan.
Bunga melati Banjar Batuah merupakan varietas lokal yang banyak dibudidayakan di Kabupaten
Banjar. Tujuan penelitian ini adalah untuk membedakan karakter fisiologis antara petik pagi, sore dan
mekar. Sampel bunga yang diambil berasal dari tanaman melati Banjar Batuah berumur 13 tahun di
Desa Jingah Habang Ilir Kabupaten Banjar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa rata-rata bobot segar 100 butir pada bunga melati petik pagi, petik sore
dan bunga mekar adalah secara berturut-turut 19,66 g; 25,92 g; dan 41,73 g, sedangkan rata-rata
bobot segar per butir pada bunga melati petik pagi, petik sore dan bunga mekar secara berturut-turut
0,20 g; 0,26 g; dan 0,42 g. Pada bobot kering 100 butir petik pagi, petik sore dan bunga mekar berturutturut 3,54 g; 3,86 g; dan 4,27 g. Kadar air rata-rata pada petik pagi, petik sore dan bunga mekar
berturut-turut 82%; 85%; dan 90%. Daya simpan bunga melati di suhu ruang pada petik pagi, petik
sore dan mekar hanya bertahan 1 hari setelah petik, sedangkan saat disimpan di kulkas petik pagi
bertahan selama 8 hari setelah petik dan bertahan 4 hari setelah petik untuk petik sore dan bunga mekar


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.