ANTESEDEN DAN KONSEKUENSI AKUNTANSI FORENSIK BERBASIS LAHAN BASAH DI KALIMANTAN SELATAN: STUDI KUALITATIF
Abstract
Akuntansi forensik telah menjadi perhatian global dalam menghadapi tantangan ekonomi dan lingkungan yang semakin kompleks, terutama dalam mendeteksi dan mencegah praktik keuangan yang tidak transparan, kecurangan, serta penyalahgunaan sumber daya. Konsep akuntansi forensik berfokus pada investigasi keuangan berbasis bukti untuk mengungkap penyimpangan dalam pengelolaan aset, termasuk dalam sektor yang berkaitan dengan lingkungan lahan basah dan ekonomi berkelanjutan. Di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap perubahan iklim, degradasi lingkungan, dan eksploitasi sumber daya alam, akuntansi forensik berperan penting dalam memastikan akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan keuangan, sehingga dapat mendukung kebijakan pembangunan berkelanjutan secara lebih efektif. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi anteseden dan konsekuensi penerapan akuntansi forensik terhadap aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial terutama dalam meningkatkan akuntabilitas, transparansi, serta mitigasi risiko keuangan. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi, wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor anteseden meliputi lemahnya pemahaman regulasi, keterbatasan SDM, serta keterbatasan data, sementara konsekuensi penerapan akuntansi forensik memberikan dampak positif pada efisiensi penggunaan dana publik, penguatan tata kelola, dan peningkatan kesejahteraan sosial. Temuan ini diharapkan menjadi landasan bagi pembuat kebijakan dalam merancang strategi penerapan akuntansi forensik yang lebih efektif, inklusif, dan berkelanjutan di Kalimantan Selatan.
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.