Analisis dampak teknologi Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) di Provinsi Aceh
Abstract
Tujuan analisis memberikan masukan/rekomendasi kepada pengambil kebijakan tentang isu dan masalah pembangunan pertanian dari hasil kajian. Lokasi kegiatan dilaksanakan di Kabupaten Pidie Jaya, Lhokseumawe, Aceh Utara dan Aceh Barat mulai bulan Januari - Desember 2015. Setiap kabupaten dipilih kecamatan-kecamatan yang mendapat kegiatan KRPL. Responden Indepth interview sebanyak 10 - 20 petani per KWT/kelompok KRPL. Responden dipilih secara acak sederhana dari anggota KWT KRPL. Pengumpulan data primer akan dilakukan melalui beberapa pendekatan yakni: Wawancara mendalam (indepth interview) kepada petani dan keluarganya serta Pejabat lain yang terkait dan relevan di tingkat Kabupaten dan Kecamatan, serta diskusi kelompok terfokus (Focus Group Discussion - FGD). Data yang dijadikan sumber bahasan terdiri dari data primer dan data sekunder. Adapun metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analysis. Dampak kegiatan KRPL di empat kabupaten tidak menunjukkan dampak yang signifikan. Partisipasi masyarakat peserta semakin berkurang, aktivitas KRPL masih berjalan pada beberapa lokasi akan tetapi umumnya hanya pada kebun bibit desa (KBD) dan dilaksanakan oleh pemilik lahan KBD saja. Berkurangnya minat anggota KRPL melanjutkan aktivitas bercocok tanam sayuran pada lahan masing-masing disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain; (1) tidak ada bantuan benih/bibit lagi, (2) perlu beberapa batang bibit tanaman seperti cabai, terong, dan tomat harus membuat persemaian sendiri, (3) hasil yang didapatkan tidak menguntungkan, (4) bosan mengkonsumsi sayuran hasil produksi sendiri bila tujuan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, (5) hilang motivasi karena tidak ada perhatian dari pihak terkait.
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.