Performansi membran interlayer-free silika-pektin pada desalinasi air laut dengan variasi suhu 25oC dan 40oC dengan kalsinasi membran suhu 300OC
Abstract
Air merupakan kebutuhan terpenting bagi kehidupan manusia dan kelangkaan air menjadi salah satu masalah besar bagi penduduk dunia. Di Indonesia, khususnya di Kalimantan Selatan terdapat banyak sumber badan air yang telah terkontaminasi air laut sehingga air menjadi asin. Ini diakibatkan oleh proses intruksi air laut menuju badan air selama musim penghujan serta proses penguuapan air laut selama musim kemarau. Untuk mengatasi masalah kelangkaan air laut selama musim kemarau. Untuk mengatasi maslah kelangkaan air, maka digunakan teknologi desalinasi untuk memisahkan garam terlarut tersebut. Proses desalinasi dilakukan menggunakan membran silika yang disisipkan dengan karbon dari pektin untuk memperkuat struktur pori dan hidrostabilitas membran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performansi dari membran silika-pektin dengan metode pervaporasi (PV) menggunakan air laut artifisial (NaCl 3.5 wt%). Membran silika-lektin konsentrasi 2.5% dikalsinasi pada suhu 300oC dengan teknik RTP (Rapid Thermal Processing). Proses pervaporasi dilakukan dengan variasi suhu air umpan (feed), 25oC dan 40oC. Hassil penelitian menunjukan performa yang baik ditunjukan di kedua suhu umpan dengan fluks air 2.1 kg.m-2.h-1 dan 2.3 kg.m-2.h-1 pada suhu umpan 25oC dan 40oC. Penurunan performa membran terjadi saat diaplikasikan pada suhu umpan 40oC yang ditunjukan dengan menurunnya rejeksi garam akibat terjadi dense pore. Namun demikian, rejeksi garam yang diperoleh pada kedua suhu operasi >99%.
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.