DAYA HIDUP SPERMATOZOA KAMBING PERANAKAN BOER YANG DIPRESERVASI DENGAN PENGENCER LAKTOSA DAN EKSTRAK DAUN KELOR

Muhammad Rizal, Chatimatun Nisa, Ririn Norliani

Abstract


Daun kelor mengandung beberapa zat nutrien yang dibutuhkan dalam preservasi semen. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh ekstrak daun kelor di dalam pengencer laktosa terhadap kualitas spermatozoa kambing peranakan Boer yang dipreservasi pada suhu 3–5°C. Semen segar dibagi ke dalam empat buah tabung reaksi yang masing-masing berisi pengencer perlakuan, yakni: 73% pengencer dasar laktosa + 20% kuning telur + 7% gliserol (kontrol), 71% pengencer dasar laktosa + 20% kuning telur + 7% gliserol + 2% ekstrak daun kelor  (EDK-2), 69% pengencer dasar laktosa + 20% kuning telur+ 7% gliserol + 4% ekstrak daun kelor (EDK-4), dan 67% pengencer dasar laktosa + 20% kuning telur + 7% gliserol + 6% ekstrak daun kelor (EDK-6). Seluruh tabung reaksi dimasukkan ke dalam gelas piala berisi air bersih dan disimpan di dalam refrigerator pada suhu 3–5°C. Variabel yang diamati adalah motilitas dan daya hidup spermatozoa. Hasil penelitian diperoleh bahwa ekstrak daun kelor dapat meningkatkan motilitas dan viabilitas spermatozoa kambing peranakan Boer selama preservasi pada suhu 3–5°C. Analisis ragam menunjukkan bahwa penambahan 4% ekstrak daun kelor (EDK-4) mulai hari ketiga hingga ketujuh preservasi, memiliki persentase motilitas dan hidup spermatozoa yang lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Dapat disimpulkan bahwa penambahan 4% ekstrak daun kelor ke dalam pengencer laktosa merupakan konsentrasi terbaik untuk preservasi semen kambing peranakan Boer pada suhu 3–5°C.  


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.