MODEL KETAHANAN PANGAN RUMAHTANGGA PETANI DI KABUPATEN BARITO KUALA

Muhammad Husaini, Luki Anjardiani

Abstract


Penelitian ketahanan pangan rumah tangga petani menjadi sangat penting dilakukan terutama bagi petani padi yang ada di lahan marginal berupa lahan gambut, karena tingkat produktivitas yang diperolehnya relatif rendah. Hal ini disebabkan oleh kondisi fisik, kimia dan biologi tanah yang kurang baik, sehingga akan berdampak terhadap ketahanan pangan. Untuk dapat memahami ketahanan pangan di suatu daerah harus dimulai dari pemahaman ketahanan pangan ditingkat rumahtangga. Secara khusus tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis ketahanan pangan rumahtangga petani dan model ketahanan pangan rumahtangga. Sampel penelitian ini sebanyak 100 rumahtangga petani padi yang diambil secara acak. Model ketahanan pangan rumahtangga petani dianalisis dengan structural equation model (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model ketahanan pangan rumahtangga petani dibentuk dari empat unobserved variabel eksogen yaitu kapasitas petani, ketersediaan pangan, akses pangan dan konsumsi pangan rumahtangga. Seluruh variabel unobserved eksogen maupun endogen dibentuk dari 20 variabel indikator. Model ketahanan pangan beserta variabel indikatornya fit dengan data empiriknya, dan hampir seluruh variabel indikator yang digunakan terkonfirmasi secara signifikan. Kapasitas petani tidak berpengaruh signifikan terhadap ketersediaan pangan, dan ketersediaan pangan berpengaruh signifikan terhadap konsumsi pangan serta terhadap ketahanan pangan rumahtangga petani, sehingga ketersediaan pangan merupakan faktor utama dalam sistem ketahanan pangan petani padi di Kabupaten Barito Kuala. karena hasil produksi padi sebagai sumber utama dalam memenuhi hampir seluruh kebutuham pangan rumah tangganya.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.