MODEL PEMBERDAYAAN UMKM PADA DAERAH LAHAN BASAH PASCA BENCANA BANJIR DI KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH
Abstract
Tujuan kegiatan penelitian ini adalah terciptanya model pemberdayaan UMKM pada daerah lahan basah pasca bencana banjir. Model yang akan dihasilkan dalam penelitian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam meningkatkan ketahanan UMKM pasca bencana di kabupaten Hulu Sungai tengah. Tujuan khusus penelitian ini yaitu a) Mengidenfikasi karakteristik pemberdayaan UMKM pada daerah lahan basah pasca bencana banjir di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, b)Menganalisis pola pemberdayaan UMKM pada daerah lahan basah pasca bencana banjir di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, c) Menyusun model pemberdayaan UMKM pada daerah lahan basah pasca bencana banjir di Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Metode Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei pada UMKM yang terdampak bencana banjir di Kabupaten Hulu Sungai Tengah menggunakan instrument penelitian dan didukung wawancara mendalam untuk memetakan permasalahan dan kebijakan yang akan diambil dalam memberdayakan UMKM terdampak bencana. Selanjutnya menggunakan studi kepustakaan untuk mensinkronisasikan keadaaan lapangan dengan seluruh program-program pemerintah daerah dan stake holder terkait untuk dirangkai menjadi sebuah model pemberdayaan UMKM pada kawasan lahan basah pasca bencana di Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research) dan kepustakaan (library research). Metode AHP menggunakan Software Rapfish untuk merumuskan formulasi model keputusan secara terstruktur dengan pemodelan AHP untuk penetapan prioritas pemberdayaan UMKM pada daerah lahan basah pasca bencana banjir di Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Target Luaran yaitu 1) Model Pemberdayaan UMKM pada Daerah Lahan Basah Pasca Bencana Banjir. 2) Artikel ilmiah (Prosiding) Model Pemberdayaan UMKM pada Daerah Lahan Basah Pasca Bencana Banjir. Hasil pengolahan data penelitian dengan menggunakan Expert Choice 11 dari responden ahli/pakar (Pemerintah Daerah, UMKM, Perguruan Tinggi, dan Perusahaan), didapatkan hasil kriteria fasilitas pemasaran (20%) dan prioritas/alternatif ketahanan usaha UMKM (38%) sebagai strategi dalam program pemberdayaan dan meningkatkan ketahanan UMKM pada daerah lahan basah pasca bencana banjir di kabupaten Hulu Sungai Tengah.
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.