DETERITORIALISASI LINGKUNGAN LAHAN BASAH DI KABUPATEN BANJAR: STUDI DI KECAMATAN KERTAK HANYAR DAN KECAMATAN GAMBUT

Abdurrahman, M Najeri Al Syahrin, Dhena Aldhalia, M. Ramadhan Saputra

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika ekologi politik dalam proses ekspansi deteritorialisasi lingkungan lahan basah di kabupaten Banjar dengan mengambil sampel lokasi penelitian di Kecamatan Kertak Hanyar (Desa Manarap Baru dan Tatah Belayung Baru) dan Kecamatan Gambut (Desa Kayu Bawang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yang dianggap paling mampu mewadahi analisis dialektika subjektivitas-objektivitas yang diiringi dengan analisis kritis untuk menguak permasalahan deteritorialisasi lingkungan lahan basah dalam perspektif ekologi politik di Kabupaten Banjar. Pengumpulan data menggunakan studi literatur dan pengumpulan data lapangan melalui FGD, wawancara mendalam dan observasi dengan menggunakan model live in. Hasil penelitian mendeskripsikan bahwa perubahan sifat bentang alam akan selalu beriringan dengan hilangnya fungsi-fungsi ekosistem tertentu, atau yang disebut dengan degradasi lingkungan. Termasuk deteritorialisasi lahan basah yang secara langsung berakibat pada berkurangnya fungsi ekosistem lahan basah, baik pada skala mikro maupun skala makro (global). Lahan basah yang dialihfungsikan di Kabupaten Banjar semakin massif dari waktu ke waktu yang disebabkan oleh meningkatnya kebutuhan lahan untuk menyokong pembangunan untuk kepentingan modal (kapital). Deterolisasi (alih fungsi) lahan basah kemudian secara nyata telah menunjukkan fakta terjadinya degradasi lingkungan dan bencana ekologis.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.