ANALISIS PENGARUH KARAKTERISTIK INDIVIDU DAN ASUPAN GARAM SERTA GULA TERHADAP KEJADIAN HIPERTENSI (STUDI CROSS SECTIONAL PADA MASYARAKAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ALUH-ALUH KABUPATEN BANJAR)

Nita Pujianti, Noor Ahda Fadillah, Nadia Hildawati

Abstract


Kasus hipertensi menurut data Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar tahun 2021 sebanyak 27.552 kasus. Hipertensi dapat mengakibatkan berbagai komplikasi, bahkan dapat menimbulkan kecacatan dan kematian mendadak dan penyebabnya belum diketahui secara pasti. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar prevalensi beberapa faktor risiko terjadinya hipertensi ada pada masyarakat di Kabupaten Banjar khususnya di wilayah Kecamatan Aluh-Aluh yaitu konsumsi gula berlebih (1,5%), garam berlebih (2,5%), lemak berlebih (1,2%), kurang konsumsi buah dan sayur (3%), merokok (1,2%0, obesitas sentral (6,3%), dan obesitas (2,9%) dari total penduduk usia > 15 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor apa saja yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Aluh-Aluh dengan rancangan penelitian cross sectional menggunakan instrument berupa data sekunder dari data SIPTM (posbindu PTM periode Januari-April 2021) Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Aluh-Aluh dengan jumlah sampel sebanyak 725 orang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan uji chi square dan hasil penelitian menunjukan ada hubungan asupan garam (p-value=0,000) dengan kejadian hipertensi. Sedangkan asupan gula (p-value=0,529), jenis kelamin (p-value=0,105), pendidikan terakhir (p-value=0,084), pekerjaan (p-value=0,426), status pernikahan (p-value=0,575), menunjukan tidak ada hubungan dengan kejadian hipertensi. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa asupan garam berlebih secara bermakna beresiko tinggi menyebabkan kejadian hipertensi


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.