RESPON VIABILITAS BENIH DUA GENOTIPE KACANG TUNGGAK TERHADAP KONSENTRASI SARI AKAR ECENG GONDOK
Abstract
Eceng gondok merupakan sumberdaya lahan basah yang sering dianggap gulma, tetapi berpeluang dimanfaatkan sebagai organik priming pada benih. namun responnya berbeda antar jenis dan genotipe tanaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh konsentrasi sari akar eceng gondok terhadap viabilitas benih 2 (dua) genotipe kacang tunggak. Penelitian dilaksanakan pada Mei - November 2021 di Laboratorium Fisiologi Tumbuhan, Faperta, ULM, Banjarbaru. Bahan yang digunakan adalah benih kacang tunggak Nagara dan KT 9, sari akar eceng gondok, kertas uji, air, plastik, dan karet gelang. Alat yang digunakan adalah alat pengecambah benih, alat pengepress kertas, baskom, toples, oven, timbangan, dan penggaris. Percobaan ditata dalam Rancangan Acak Lengkap Faktorial 2 x 5 sebanyak 3 ulangan. Faktor pertama adalah genotype (KT 9 dan Kacang Tunggak Nagara). Faktor kedua adalah konsentrasi (control, 7.5 %, 15.0 %, 22.5 %, dan 30.0 %). Uji nilai tengah dilakukan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) taraf 5 %. Pengamatan dilakukan terhadap daya berkecambah (DB), potensi perkecambahan (PK), indeks vigor (IV), kecepatan tumbuh (KT), keserempakan tumbuh (KsT), panjang akar (PA), panjang plumula (PP), serta berat kering kecambah normal (BKKN). Faktor genotype berpengaruh nyata terhadap PK, IV, KT, PA, dan BKKN. Konsentrasi berpengaruh nyata terhadap PK, PP, dan BKKN. Interaksi antara genotype dengan konsentrasi berpengaruh nyata terhadap PK, IV, PP, dan BKKN. Aplikasi sari akar eceng gondok berpengaruh positif pada genotype dengan vigor awal rendah (g1), sedangkan pada genotype dengan vigor awal tinggi (g2) tidak berpengaruh atau berpengaruh negative. Pemberian sari akar eceng gondok terbaik adalah pada konsenstrasi 15.0 % pada g1.
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.