INFEKSI CACING USUS DAN STRUKTUR GALT AYAM KAMPUNG YANG DIPELIHARA DI SEKITAR LAHAN PERSAWAHAN KECAMATAN GAMBUT

Ahmad Husairi, Erida Wydiamala, Muhammad Dawud Ashari, Widi Aurelia Mirmaningtyas

Abstract


Ayam kampung yang dipelihara bebas di sekitar lahan persawahan di Kecamatan Gambut rentan terinfeksi dengan cacing. Infeksi cacing dapat menimbulkan respon imun mukosa usus dan memengaruhi struktur GALT (Gut-Associated Lymphoid Tissue). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis dan kepadatan cacing serta struktur GALT di usus ayam kampung yang dipelihara bebas di sekitar lahan persawahan di Kecamatan Gambut. Penelitian menggunakan metode observasional. Sampel usus diambil dari 15 ekor ayam kampung jantan dan 15 ekor ayam kampung betina berusia sekitar 5-6 bulan. Cacing usus diidentifikasi secara makroskopis dan mikroskopis. Struktur GALT diidentifikasi secara makroskopis dan diambil sampelnya untuk preparasi histologi. Preparat histologi GALT dibuat dengan pewarnaan hematoksilin-eosin dan diamati dengan mikroskop cahaya dan kamera optilab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 93,3% ayam betina dan 100% ayam jantan terinfeksi cacing. Cacing terbanyak yang menginfeksi ayam kampung adalah Raillietina echinobothrida (86,7% dengan kepadatan cacing 4,4 ekor/usus ayam betina dan 16,2 ekor/usus ayam jantan) dan Heterakis gallinarum (50% dengan kepadatan cacing 2,87 ekor/usus ayam betina dan 3,73 ekor/usus ayam jantan). Cacing terbanyak yang menginfeksi ayam kampung adalah cacing pita dan cacing gilig. Struktur GALT di intestinum ayam kampung berupa tonsila cecalis, Peyers patch, dan cryptopatches. Tonsila cecalis merupakan GALT yang paling terorganisir dan selalu ada di bagian pangkal sekum. Peyers patch ditemukan di submukosa antimesenterika usus halus. Cryptopatches kadang-kadang ditemukan di sekum dan usus halus.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.