KANDUNGAN Fe-LARUT TANAH PADA BERBAGAI KONDISI SAWAH YANG DITANAMI PADI VARIETAS INPARA 2 DI LAHAN PASANG SURUT DESA JEJANGKIT MUARA KABUPATEN BARITO KUALA

Dedy Saputra, Meldia Septiana Syaifuddin

Abstract


Lahan pasang surut dibagi kedalam empat tipologi utama, yaitu: lahan potensial, lahan sulfat masam, lahan gambut dan lahan salin. Lahan potensial merupakan lahan pasang surut yang tanahnya termasuk tanah sulfat masam potensial dengan lapisan pirit berkadar 2% terletak pada kedalaman lebih dari 50 cm dari permukaan tanah, sedangkan lahan sulfat masam adalah lahan pasang surut yang tanahnya mempunyai kadar lapisan pirit atau sulfidik berkadar > 2 % pada kedalaman kurang dari 50 cm. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar Fe-larut tanah pada tanaman padi varietas Inpara 2 yang menunjukkan gejala keracunan di Desa Jejangkit Muara, Kecamatan Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala. Penelitian ini menggunakan deskriptif eksploratif. pengambilan sampel tanah mengunakan metode purposive sampling dengan kedalaman 0 - 20 cm. Simpulan dari penelitian ini adalah kandungan Fe-larut tanah pada kondisi sawah bukaan baru lebih tinggi dibandingkan sawah bukaan lama yang ditanami padi varietas Inpara 2 di lahan pasang surut Desa Jejangkit Muara Kabupaten Barito Kuala, kandungan Fe-larut pada kondisi sawah yang padi Inpara 2 sudah dipanen tergolong rendah karena sawah bukaan lama yang sudah lama dikelola yang menyebabkan zat beracun tercuci dan kandungan Fe-larut yang tinggi tidak mempengaruhi pertumbuhan tanaman padi Inpara 2 apabila pengelolaannya dilakukan dengan tepat.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.