DAMPAK PERUBAHAN HARGA DAN PENDAPATAN TERHADAP POLA PERMINTAAN KOMODITAS PANGAN DI KOTA BANJARMASIN DAN KOTA BANJARBARU
Abstract
Adanya perubahan atas harga komoditas dan pendapatan mempengaruhi permintaan atas bundel komoditas dan, pada gilirannya, berdampak pada pola permintaan komoditas tersebut secara keseluruhan. Perubahan harga dan pendapatan yang relatif kentara diindikasikan terjadi pada periode antara tahun 2019 yaitu saat sebelum pandemik COVID-19 dan tahun 2021 yang merepresentasikan saat kejadian pandemik COVID-19. Penelitian bertujuan untuk mengonstruksi permintaan komoditas pangan oleh masyarakat menggunakan model simultan LA/AIDS; serta menganalisis perubahan pola permintaan komoditas pangan melalui pangsa anggaran (budget share) serta besaran elastisitas harga dan elastisitas pendapatan. Penelitian menggunakan data sekunder berupa data mentah hasil SUSENAS Maret 2019 dan Maret 2021 untuk Kota Banjarmasin dan Kota Banjarbaru masing-masing berjumlah 1,210 dan 1,310 records rumah tangga contoh. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan konsumsi kelompok makanan dan minuman jadi yang cukup tajam, yaitu sebesar 5.11%, antara tahun 2019 dan 2021. Penurunan antara lain dipicu oleh kebijakan tanggap darurat atas pandemik COVID-19 berupa peminimunan pergerakan dan kerumunan masyarakat sehingga perilaku mengonsumsi makanan matang dan minuman jadi di luar berkurang atau tidak lagi dilakukan. Sebagai gantinya, konsumsi pangan bergeser ke kelompok pangan lainnya yang bersifat mentah: padi-padian dan umbi-umbian, telur dan susu, sayur-sayuran, buah-buahan, ikan dan daging yang ditandai oleh peningkatan pangsa anggaran kelompok pangan ini. Pergeseran pola konsumsi ke kelompok pangan mentah ini juga diindikasikan oleh peningkatan besaran elastisitas harga sendiri yang dapat diartikan sebagai keseriusan permintaan konsumen atas kelompok-kelompok pangan tersebut.
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.