RESPON PERTUMBUHAN VEGETATIF KACANG NAGARA TERHADAP JENIS PELARUT DAN KONSENTRASI EKSTRAK AKAR ECENG GONDOK

Raihani Wahdah, Hikma Ellya Lutfia Fitri Arsida Dewi

Abstract


Kacang tunggak Nagara banyak ditanam di lahan rawa lebak Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan. Benih yang unggul dan bermutu merupakan hal penting dalam pengembangan pertanian, termasuk pertanian di lahan rawa lebak. Organik priming dapat meningkatkan viabilitas dan pertumbuhan benih beberapa jenis tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh jenis larutan akar eceng gondok terhadap pertumbuhan vegetatif kacang tunggak Nagara serta menentukan konsentrasi yang terbaik pengaruhnya terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman kacang tunggak Nagara pada masing-masing jenis larutan pengekstrak akar eceng gondok. Percobaan ditata dalam Rancangan Tersarang, yakni konsentrasi ekstrak akar eceng gondok (2.5 %, 5.0 %, 7.5 %, 10.0 %, 12.5 %, 15.0 %) tersarang dalam jenis pelarut ekstrak (air dan metanol) dengan kontrol terpisah yang diulang 3 kali. Peubah yang diamati adalah persentase benih tumbuh pada umur 5 dan 8 HST, tinggi tanaman pada umur 8 HST, 2,4,6,dan 8 MST, jumlah daun pada umur 2,4,6,dan 8, dan jumlah cabang pada umur 4,6, dan 8 MST. Analisis data menggunakan statistika nonparametrik, yaitu Uji Friedman. Konsentrasi pada pelarut metanol berpengaruh nyata terhadap semua peubah yang diamati, sedangkan pada pelarut air hanya berpengaruh nyata terhadap peubah tinggi tanaman pada umur 8 HST serta jumlah daun dan jumlah cabang pada umur 4 MST. Perlakuan dengan ekstrak akar eceng gondok hingga 7.5 % - 10.0 % tidak mampu membawa perbaikan pertumbuhan vegetative tanaman di lapangan. Respon negatif pengaruh konsentrasi terjadi mulai konsnetrasi 10.0 %. Benih tidak mampu berkecambah pada konsentrasi 15 % pada pelarut air dan mulai konsentrasi 10 % pada pelarut metanol.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.