KAJIAN KEMAMPUAN BASAH KEMBALI (WETTABILITY) TANAH GAMBUT DI KALIMANTAN SELATAN

Wahyu Candra Kirana Abdul Haris, Afiah Hayati

Abstract


Lahan gambut merupakan lahan yang mempunyai beberapa fungsi di dalam lingkungan, yaitu sebagai penyimpan karbon (carbon stock), reservoir air, dan sebagai areal konservasi keragaman hayati. Gambut memiliki daya menahan air yang besar yakni 300-800% dari bobotnya, namun jika terjadi kesalahan dalam pengelolaan maka gambut cepat kering sehingga perlu waktu untuk proses basah kembali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola kemampuan basah kembali dari bahan gambut akibat pengeringan yang dilakukan di laboratorium dengan cara dioven dengan suhu 75oC selama waktu yang berbeda-beda dan dilakukan perendaman yang berbeda pula. Hasil analisis kemampuan basah kembali tanah gambut menunjukan bahwa tingkat kematangan gambut saprik memiliki kemampuan basah kembali lebih besar dibandingkan gambut dengan kematangan hemik dan fibrik. Nilai rata-rata jumlah air yang diserap kembali pada gambut yang dioven selama 120 menit dan direndam selama 20 menit memiliki nilai 1.631% (saprik), 1.045% (hemik), dan 286% (fibrik). Keberadaan gugus fungsional yang bersifat suka air (hydrophilic) pada substrat gambut mendukung proses terjadinya pembasahan kembali tanah gambut.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.