KOINTEGRASI PASAR BERAS DI KALIMANTAN SELATAN

Sadik Ikhsan, Djoko Santoso Yuriadi Ilmi, Dea Etna Ananda

Abstract


Kejadian keintegrasian pasar berkedudukan penting untuk memastikan price signal yang terbentuk di suatu pasar ditransmisi dengan baik ke pasar-pasar lainnya yang terhubung secara spatial. Para pelaku akan memperoleh informasi pasar yang simetrik untuk menghindarkan salah satu pihak mengeksplotasi pihak lain untuk memperoleh arbitrage profit yang berlebihan sehingga menyebabkan pihak lain tersebut dirugikan dan gagal berspesialisasi sesuai dengan keunggulan komperatifnya. Penelitian bertujuan menguji apakah keintegrasian wujud di pasar beras di Kalimantan Selatan. Untuk maksud tersebut diobservasi harga konsumen mingguan beras komposit di tiga lokasi pasar, yaitu di Banjarmasin, Tabalong, dan Kotabaru dalam rentang deret antara Juli 2020 - Maret 2023 (sebanyak 152 data per pasar). Data diperoleh dari BPS Kalimantan Selatan yang menghimpunnya untuk keperluan mengukur IHK dan inflasi. Dua uji penting yang digunakan yaitu: uji unit root untuk memeriksa kestasioneran data, serta uji kointegrasi. Hasil analisis uji unit root ADF menunjukkan data tidak stasioner tetapi bersifat I(1) yang berarti stasioner setelah dilakukan transformasi diferensi tingkat satu. Kestasioneran atas data diperlukan untuk menghindari fenomena spurious regression yang dapat menyesatkan. Hasil uji kointegrasi Johansen menunjukkan ada terdapat satu kointegrasi yang dinyatakan sebagai LNPKt-1 = 1.59416 +1.041124 LNPBt-1 + 0.111813 LNPTt-1 dengan masingmasing variabel berturut-turut menotasikan harga beras di Kotabaru, Banjarmasin, dan Tabalong. Temuan kestasioneran (setelah transformasi diferensi) dan kointegrasi akan menentukan orak model VAR yang digunakan, yaitu dalam bangun VECM dalam analisis lanjutan untuk mengonstruksi keintegrasian pasar beras di Kalimantan Selatan.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.